BONTANG – LPB Pama Bessai Berinta kembali memperkuat kompetensi para pelaku UMKM binaan melalui Pelatihan Quality Control Circle (QCC) yang digelar pada Kamis, 29 Januari 2026. Pelatihan ini menjadi momentum penting bagi mitra binaan untuk belajar strategi pemecahan masalah secara sistematis demi kemajuan usaha.
Kegiatan yang berlangsung dari pukul 08.00 hingga 17.00 WITA ini dilaksanakan secara hybrid. Bertempat di Kantor LPB Pama Bessai Berinta, sebanyak 7 peserta hadir secara offline dan 7 peserta mengikuti secara online. Perpaduan ini memungkinkan interaksi intensif meskipun peserta berada di lokasi yang berbeda.
Pelatihan ini menghadirkan Agung Sungkowo sebagai pemateri utama yang mengupas tuntas teknik identifikasi masalah dan perbaikan mutu. Dalam sesi tersebut, para peserta diajak untuk mengubah pola pikir dalam menghadapi tantangan operasional usaha.
Rifki Maulana, selaku Koordinator LPB Pama Bessai Berinta, memberikan perumpamaan yang menarik mengenai pentingnya metode ini. “QCC itu ibarat anak panah. Ini adalah cara atau alat bagi kita agar bisa membidik target dengan lebih tepat dan bekerja dengan jauh lebih efisien,” ungkap Rifki di sela-sela kegiatan.
Dukungan penuh juga datang dari manajemen pusat. Yasser Pramana, selaku Dept. Head CSR Pama Indo, menekankan bahwa penguasaan QCC bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan bagi UMKM yang ingin naik kelas.
“Dengan menerapkan prinsip-prinsip QCC, UMKM akan memiliki pondasi yang kuat untuk terus tumbuh dan sustain (berkelanjutan) dalam menjalankan usahanya di tengah persaingan pasar yang semakin ketat,” tegas Yasser.
Sepanjang hari, para peserta dibekali kemampuan teknis mulai dari analisis akar masalah hingga penyusunan rencana aksi. Meski terbagi dalam kelompok online dan offline, diskusi berlangsung dinamis berkat games dan ice breaking yang di berikan oleh instruktur. Para peserta offline melakukan simulasi langsung di lokasi, sementara peserta online aktif memberikan tanggapan melalui ruang virtual.
Dengan berakhirnya pelatihan ini, LPB Pama Bessai Berinta berharap para mitra binaan dapat segera mengimplementasikan “anak panah” QCC ini untuk mengeliminasi pemborosan dan meningkatkan kualitas produk serta layanan mereka.
