1. Pendampingan QCC Visit – 1

(18/01/2025) LPB Pama Bessai Berinta (LPB PBB) Melaksanakan pendampingan QCC Visit ke-1 untuk UMKM binaan yang diselenggarakan di ruang pelatihan kantor LPB Pama Bessai Berinta pada tanggal 18 Januari 2025. Pendampinga ini diikuti oleh 3 peserta di bidang kuliner dengan instruktur bapak Agung Sungkowo ( QCC Trainer ).

Pendampingan ini diselenggarakan berdasarkan adanya kebutuhan dan potensi UMKM khususnya UMKM Mandiri untuk meningkatkan manajemen bisnisnya dengan menerapkan QCC, Sekaligus merupakan program Tingkat lanjut dari pelatihan QCC yang sudah diselenggarakan untuk UMKM yang sudah berada di level mandiri. Saat ini, UMKM hanya mengetahui sekilas tentang penerapan QCC maka dibutuhkan pendalaman materi QCC agar dapat relevan di tingkat UMKM dan juga kegiatan QCC ini akan dilombakan antar UMKM Binaan Yayasan Dharma Bhakti Astra untuk meningkatakan semangat UMKM dan mengukur relevansi penerapan QCC ditingkat UMKM.

Peserta dalam pendampingan ini terlihat sangat antusias, hal itu disampaikan langsung oleh Ibu Indah, Pemilik Usaha Dapur Jamu Ibu. “QCC terlihat sederhana namun ketika dicuba untuk diterapkan ternyata memiliki Tingkat kesulitan tersendiri tetapi hal ini baik untuk meningkatkan kemampuan Analisa UMKM dan Improvement usaha dengan lebih tepat”. Penilaian terhadap penyelenggara pelatihan dan instruktur juga mendapat tanggapan yang positif,. Manfaat pelatihan bagi peningkatan kompetensi dan menajerial usaha peserta.

 

 

 

 

 

 

  1. Pendampingan QCC Visit – 2

(26/02/2025) LPB Pama Bessai Berinta (LPB PBB) Melaksanakan pendampingan QCC untuk UMKM binaan yang diselenggarakan di ruang pelatihan kantor LPB Pama Bessai Berinta pada tanggal 26 Februari 2025. Pendampingan ini diikuti oleh 3 peserta di bidang kuliner dengan instruktur bapak Agung Sungkowo ( QCC Trainer ).

Pada pertemuan kedua ini pendampingan berfokus untuk mereview QCC yang sudah dibuat oleh UMKM terkait ketepatan penggunaan metode 8 step dan 7 tools yang didasarkan pada masalah dan improvement yang dilakukan UMKM. Ada 3 proyek QCC yang menjadi bahan diskusi yakni :

  1. Sari Anugrah : Pemenuhan Pesanan PT. Sari Jaya Snack
  2. Raja Olah : Peningkatan Omset Raja Olah
  3. Seblak Chimi : Peningkatan Omset PT Chimi Food Indonesia

Dimana masing masing umkm bisa berdiskusi dan berkonsultasi terkait Improvment yang  mereka lakukan. Pada prosesnya masih banyak UMKM yang belum sepenuhnya memahami terkait kaidah QCC dan memberikan gambaran jika QCC ini dilombakan. UMKM peserta pendampingan terlihat sangat antusias pada saat kegiatan tersebut yang tercermin pada pernyataan Jajang Wahid“ harapannya bisa mendapatkan waktu diskusi yang lebih banyak untuk mematangkan lagi terkait QCC”. Harapannya setelah pendampingan ini UMKM dapat konsisten menerapkan Improvement pada usahanya dan terdokumentasi dengan baik melalui QCC.