Quality Control Circle (QCC) adalah salah satu metode sistem peningkatan dan pengembangan kualitas yang lahir dan berkembang di Jepang. Perlu kita ketahui peningkatan produktivitas segala macam sektor usaha harus dilakukan dengan cara meningkatkan kualitas secara menyeluruh di segala bidang melalui pemecahan masalah dan perbaikan secara terus menerus (Kaizen) atau disebut juga Plan, Do, Check, Action (PDCA). PDCA banyak dipergunakan untuk menemukan dan menentukan akar masalah, sehingga solusi pemecahan masalah akan tepat dan akurat.
Konsep QCC sangat diperlukan oleh LPB Pama Bessai Berinta dalam meningkatkan produktivitas pertanian padi organik. Hal demikian diwujudkan pada sebuah penyelenggaraan Pelatihan Quality Control Circle (QCC) atau bisa disebut Gugus Kendali Mutu bagi UKM Padi Organik. Perhelatan tersebut dilaksanakan 4 – 5 Juli 2018, di kantor LPB Pama Bessai Berinta di hadiri oleh 24 peserta dari 19 UKM dengan narasumber Guswendo dari Yayasan Dharma Bhakti Astra Jakarta. Serta dihadiri oleh Stake holder LPB CSR PT Pamapersada Nusantara distrik Indo Danang Prakoso dan Ahmad Hidayat, dan CSR PT Indominco Mandiri, Andi Asri.
Acara ini bertujuan untuk memberikan pemahaman, pengetahuan sekaligus kemampuan kepada semua peserta dalam membangun dan menerapkan prinsip Total Quality Management yang di dalamnya terdapat PDCA atau sebut Quality Control Circle (QCC) atau Gugus Kendai Mutu (GKM) dan selain itu QCC dapat membangun dan membimbing sebagai alat bantu dalam proses pemecahan masalah dengan 8 Steps dan 7 QC Tools.
Suryo Aji dalam sambutannya memaparkan bahwa pelatihan ini dilaksanakan sebagai salah satu upaya perbaikan dalam membina dan menjalankan program sektor unggulan agar secara bersama-sama dengan pelaku usaha tani dapat mengidentifikasi masalah dan memecahkannya dengan efektif. Selaras dengan koordinator LPB, Suwarjo Sekertaris UPT P4, Danang Prakoso CSR PT Pamapersada Nusantara distrik Indo, Andi Asri CSR PT Indominco Mandiri, menyampaikan apresiasi yang sangat tinggi dalam pelatihan ini dan berharap dapat di aplikasikan setelah pelatihan.
Langkah-langkah aktivitas QCC adalah proses panjang dan tidak instan. Proses perbaikan terus-menerus untuk menjadi lebih baik, lebih baik, lebih baik, setiap harinya. Dalam berproses ini, para anggota dalam kelompok tidak hanya sekadar mengikuti kegiatan, tetapi juga ikut berproses di dalamnya menjadi lebih baik dari hari ke hari.
QCC ini bisa diterapkan di berbagai bidang dan berbagai tempat dan jika ini dijadikan kebiasaan (habbit) dan menjadi budaya baik yang konsisten, tentu tempat bekerja bisa jadi lebih menyenangkan, iklim kerja menjadi lebih baik, serta tidak menutup kemungkinan petani Indonesia menjadi lebih baik.




