Pupuk kimia mulai diperkenalkan sekitar awal tahun 70-an, untuk meningkatkan hasil pertanian yang sebelumnya hanya melakukan pemupukan secara tradisional. Pada awalnya tidak banyak petani yang langsung percaya. Akan tetapi setelah diedukasi melalui penyuluhan-penyuluhan, bimbingan masyarakat, dan terbukti peningkatan yang signifikan, maka berbondong-bondong petani mulai mengaplikasikan pupuk kimia, hingga akhirnya diterapkan hampir di seluruh pelosok nusantara.
Berdasarkan latar belakang di atas di atas LPB Pama Bessai Berinta menggelar pelatihan dengan pendekatan pada konsep Pertanian Sehat Ramah Lingkungan dan Bekelanjutan (PSRLB) dengan menerapkan metode System of Rice Intensification. Pelaksanaan pelatihan dilaksanakan 19 – 21 Maret 2018 di Area Persawahan Kelompok Marta Jaya, Desa Martadinata, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Kutai Timur. Diikuti oleh 20 peserta usaha tani padi sawah dengan narasumber Suryo Aji Koordinator dan Anugrah FasilitatorLPB Pama Bessai Berinta dan binaan pelaku padi SRI organik Musmulyadi, Rusli, dan Rusman. Acara tersebut diahadiri oleh CSR Officer PT Pamapersada Nusantara distrik Indominco, Danang Prakoso dalam sambutannya menjelaskan bahwa pertanian padi organik saat ini mempunyai tren dan pasar yang sangat menjanjikan, namun untuk menuju kesana membutuhkan proses yang harus dipenuhi oleh pelaku usaha tani dalam melaksanakan budidaya padi organik. Mengingat dalam melakukan metode SRI organik wajib menjalankan 10 prinsip yang harus dipatuhi. Selain itu, Petugas Penyuluh Lapangan UPT P4 Kecamatan Teluk Pandan, Irwan, SP. berharap kepada seluruh peserta untuk mengikuti kegiatan dengan berpartisifasi aktif dan dapat menerapkan metode SRI organik pada tanaman padi yang dimiliki oleh peserta.
Ringkasan kegiatan meliputi; Pertemuan perisapan pelatihan di antarnya, perkenalan/pengakraban, gambaran umum tentang metode SRI organik, pemutaran video baying-bayang racun, keorganisasian, kontrak belajar, informasi program pelatihan, dan penugasan peserta. Hari pertama diantaranya, menggali harapan peserta, Pembelajaran Ekologi Tanah, dan kompos. Hari ke-dua diantaranya, Mikro Organisme Lokal (MOL), Prinsip-prinsip budidaya padi organik metode SRI, Hari ke-tiga Pengendalian Hama Terpadu (PHT), Pestisida Nabati, Rencana Tindak Lanjut Uji Coba Padi SRI Organik
Dengan dilaksanakannya kegiatan tersebut para warga belajar memahami dan memulai merubah pola pikir bahkan akan segera menerapkan Pertanian Sehat Ramah Lingkugan dan Berkelanjutan (PSRLB) dengan metode SRI organik. Sehingga muncul harapan-harapan dari para pelaku usaha tani di antaranya menurunkan harga produksi pertanian budidaya padi sawah, meningkatkan produksi hasil pertanian padi sawah, dapat mengendalikan hama, dan memerbaiki struktur tanah.





