LPB Pama Bessai Berinta menggelar pelatihan dengan pendekatan pada konsep Pertanian Sehat Ramah Lingkungan dan Bekelanjutan (PSRLB) dengan menerapkan metode System of Rice Intensification. Pelaksanaan pelatihan dilaksanakan 28 Februari – 1 Maret 2018 di Jl. Pipa Sungai Bontang, Dusun Sungai Api-api, RT. 08, Desa Suka Rahmat, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Kutai Timur. Diikuti oleh 18 peserta usaha tani padi sawah dengan narasumber Suryo Aji Koordinator LPB Pama Bessai Berinta dan binaan pelaku padi SRI organik Musmulyadi, Rusli, Rusman, dan Syamsuddin. Acara tersebut diahadiri oleh CSR Officer PT Pamapersada Nusantara distrik Indominco, Danang Prakoso dalam sambutannya menjelaskan bahwa pertanian padi organik saat ini mempunyai tren dan pasar yang sangat menjanjikan, namun untuk menuju kesana membutuhkan proses yang harus dipenuhi oleh pelaku usaha tani dalam melaksanakan budidaya padi organik. Mengingat dalam melakukan metode SRI organik wajib menjalankan 10 prinsip yang harus dipatuhi. Selain itu, Petugas Penyuluh Lapangan UPT P4 Kecamatan Teluk Pandan, Maila, S.T.P. berharap kepada seluruh peserta untuk mengikuti kegiatan dengan berpartisifasi aktif dan dapat menerapkan metode SRI organik pada tanaman padi yang dimiliki oleh peserta.
Ringkasan kegiatan meliputi; Pertemuan perisapan pelatihan di antarnya, perkenalan/pengakraban, gambaran umum tentang metode SRI organik, pemutaran video baying-bayang racun, keorganisasian, menggali harapan peserta, kontrak belajar, informasi program pelatihan, dan penugasan peserta. Hari pertama diantaranya, Pembelajaran Ekologi Tanah, dan kompos. Hari ke-dua diantaranya, Mikro Organisme Lokal (MOL), Prinsip-prinsip budidaya padi organik metode SRI, Pengendalian Hama Terpadu (PHT), Pestisida Nabati, Rencana Tindak Lanjut Uji Coba Padi SRI Organik
Dengan dilaksanakannya kegiatan tersebut para warga belajar memahami dan memulai merubah pola pikir bahkan akan segera menerapkan Pertanian Sehat Ramah Lingkugan dan Berkelanjutan (PSRLB) dengan metode SRI organik. Sehingga muncul harapan-harapan dari para pelaku usaha tani di antaranya menurunkan harga produksi pertanian budidaya padi sawah, meningkatkan produksi hasil pertanian padi sawah, dapat mengendalikan hama, dan memerbaiki struktur tanah.



