MITRA LPB PAMA BESSAI BERINTA
Setiap usaha/UMKM pasti mengharapkan suatu lingkungan kerja yang selalu bersih, rapi, dan masing – masing orang mempunyai konsistensi dan disiplin diri, sehingga mampu mendukung terciptanya tingkat efisiensi dan produktifitas yang tinggi di UKM. Namun pada kenyataannya kondisi ini sulit terjadi di setiap UKM. Banyak UKM yang seringkali mengeluh begitu sulitnya dan banyak membuang waktu hanya untuk mencari data dan atau sarana yang lupa penempatannya. Tidak hanya itu, seringkali kita kurang nyaman dengan kondisi alat kerja yang berantakan dan tidak jarang memicu kondisi emosional pelaku UKM.
Beberapa permasalahan tersebut diatas dapat kita atasi dengan melakukan penerapan program 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat dan Rajin) oleh sebab itu LPB pama Bessai Berinta mengadakan pelatihan Manajemen 5R,pada tanggal 20 Februari 2025 di Gedung Indominco Learning Center (ILC) Desa Santan Tengah, Kec.Marangkayu,Kab.Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Pelatihan ini d ikutin oleh 19 peserta UKM Makanan Kemasan mitra LPB Pama Bessai Berinta dengan Narasumber dari Ketua Bontang Ekonomi Kreatif Ibu Dewi Setia Lestari dan Owner PT. Odah bakau Indah Ibu Indah Purnamasari, kegiatan ini di hadiri juga oleh perwakilan CSR Pamapersada Distri Indo yaitu Bapak Zulfahmi Siregar.
Sebelum narasumber memberikan materi dalam kegiatan ini sambutan disampaikan dari pihak LPB Pama Bessai Berinta kepada peserta yang di oleh Bapak Rifki Maulana selaku Koordinator LPB Pama Bessai Berinta dalam sambutannya memberikan selamat datang kepada peserta pelatihan, memberikan motivasi serta gambaran kecil untuk kegiatan-kegiatan yang LPB Pama Bessai Berinta jalankan berupa pelatihan,pendampingan,fasilitasi pemasaran hingga pembiayaan bagi UKMM Desa Santan Tengah,Ilir dan Ulu.
Selanjutnya sambutan berikutnya di sampaikan oleh Bapak Zulfahmi Siregar selaku perwakilan CSR PT.Pamapersada Distrik Indo, dalam sambutaanya Zulfahmi Siregar memberikan simplenya dari 5R adalah semua barang ada tempatnya dan semua tempat ada barangnya adapun 5R adalah ringkas,resik,rapi,rawat dan rajin yang mana ini memang perlu kita terapkan di dapur produksi kita agar dapat mempermudah pekerjaan dan membuat suasana di ruang produksi menjadi bersih dan nyaman dan dalam penutupan sambutannya beliau juga berpesan kepada peserta jangan bosan-bosan mengikuti kegiatan yang di berikan oleh LPB Pama Bessai Berinta dan PT.Pamapersada Nusantara Distrik Indominco.
Langsung masuk di materi pelatihan 5R Ibu Dewi Setia Lestari selaku narasumber kegiatan pelatihan 5R ini memberikan materi terkait 5R beliau menjelaskan konsep 5R yang ada di indonseia ini merupakan adaptasi program 5S (Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu dan Shitsuke) yang dikembangkan di Jepang dan sudah digunakan oleh banyak negara di seluruh penjuru dunia. Ini merupakan suatu metode sederhana untuk melakukan penataan dan pembersihan tempat kerja yang dikembangkan dan diterapkan di Jepang. 5R merupakan budaya tentang bagaimana seseorang memperlakukan tempat kerjanya secara benar. Bila tempat kerja tertata rapi, bersih, dan tertib, maka kemudahan bekerja perorangan dapat diciptakan, dan dengan demikian 4 bidang sasaran pokok industri, yaitu efisiensi, produktivitas, kualitas, dan keselamatan kerja dapat lebih mudah dicapai.
Adapun sedikit ringkasan mengenai materi prinsip 5R adalah :
- Ringkas
Prinsip RINGKAS adalah memisahkan segala sesuatu yang diperlukan dan menyingkirkan yang tidak diperlukan dari tempat kerja. Mengetahui benda mana yang tidak digunakan, mana yang akan disimpan, serta bagaimana cara menyimpan supaya dapat mudah diakses terbukti sangat berguna bagi sebuah perusahaan.
- Rapi
Prinsip RAPI adalah menyimpan barang sesuai dengan tempatnya. Kerapian adalah hal mengenai sebagaimana cepat kita meletakkan barang dan mendapatkannya kembali pada saat diperlukan dengan mudah. Perusahaan tidak boleh asal-asalan dalam memutuskan dimana benda-benda harus diletakkan untuk mempercepat waktu untuk memperoleh barang tersebut.
- Resik
Prinsip RESIK adalah membersihkan tempat/lingkungan kerja, mesin/peralatan dan barang-barang agar tidak terdapat debu dan kotoran. Kebersihan harus dilaksanakan dan dibiasakan oleh setiap orang dari pemilik UKM maupun karyawannya.
- Rawat
Prinsip RAWAT adalah mempertahankan hasil yang telash dicapai pada 3R sebelumnya dengan membakukannya (standardisasi).
- Rajin
Prinsip RAJIN adalah terciptanya kebiasaan pribadi karyawan untuk menjaga dan meningkatkan apa yang sudah dicapai. RAJIN di tempat kerja berarti pengembangan kebiasaan positif di tempat kerja. Apa yang sudah baik harus selalu dalam keadaan prima setiap saat. Prinsip RAJIN di tempat kerja adalah “LAKUKAN APA YANG HARUS DILAKUKAN DAN JANGAN MELAKUKAN APA YANG TIDAK BOLEH DILAKUKAN”
Selanjutnya narasumber yang kedua yaitu Ibu Indah Purnamasari menjelaskan bahwa 5R akan berkaitan dengan peningkatan efisiensi,produktivitas serta omset. Adapun teknis melaksanakannya ialah pertama-tama UMKM harus memiliki :
- Pengetahuan
Pengetahuan adalah kemampuan untuk memahami,mengerti, dan mengingat informasi konsep dan ide.
- Niat
Niat adalah keinginan atau tujuan yang ingin dicapai baik dalam jangka pendek ataupun panjang.
- Tingkatkan legalitas
Mulailah peduli dengan pentingnya legalitas produk karena ini akan berdampak kepada usaha kita baik secara jangka pendek atau jangka panjang kedepannya.
- Meningkatkan omset
Secara otomatis jika sudah menerapkan 5R dan legalitas terpenuhi makan omset akan meningkat karena konsumen sudah memiliki rasa percaya terhadap produk kita yang sudah menerapkan 5R.
Gamba 1. Susanan Pelatihan
Gambar 2. Reward peserta aktif dalam pelatihan
Dengan terlaksananya kegiatan ini harapannya UMKM mitra LPB Pama Bessai Berinta dapat mengaplikasikan materi yang telah di berikan, dengan tujuan menghasilkan sebagai berikut :
- Meningkatkan produktivitas karena pengaturan tempat kerja yang lebih efisien.
- Meningkatkan kenyamanan karena tempat kerja selalu bersih dan menjadi luas/lapang.
- Mengurangi bahaya di tempat kerja karena kualitas tempat kerja yang bagus/baik.
- Menambah penghematan karena menghilangkan berbagai pemborosan di tempat kerja.
