Pelatihan penerapan produk retort untuk frozen food didasarkan pada kebutuhan untuk meningkatkan kualitas, keamanan, dan daya tahan produk makanan beku yang diproses secara higienis dan efisien. Seiring dengan meningkatnya permintaan pasar terhadap produk makanan olahan yang praktis, aman, dan memiliki masa simpan yang lebih lama, teknologi retort menjadi solusi yang relevan dalam proses pengalengan dan pemrosesan makanan. Beberapa faktor utama yang menjadi latar belakang pelatihan ini meliputi: Kebutuhan Pasar yang Meningkat: Konsumen semakin mencari produk makanan yang praktis, mudah disimpan, dan sehat. Produk retort frozen food memenuhi kebutuhan tersebut dengan menawarkan kemudahan dalam penyimpanan dan penyajian. Pengembangan Teknologi Pengolahan Makanan: Penerapan teknologi retort dan pembekuan cepat memungkinkan pengawetan makanan dengan mempertahankan rasa, tekstur, dan kandungan nutrisi alami. Pelatihan diperlukan agar produsen mampu menguasai teknik ini secara efektif. Peningkatan Kualitas dan Keamanan Produk: Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam proses pengolahan, pengemasan, dan sterilisasi produk agar aman dikonsumsi dan memenuhi standar regulasi yang berlaku. Dukungan Pengembangan Industri Lokal: Melalui pelatihan, diharapkan pengusaha lokal dan UKM dapat mengadopsi teknologi ini untuk meningkatkan daya saing produk di pasar domestik maupun internasional. Pengurangan Limbah dan Peningkatan Efisiensi: Teknologi ini juga membantu mengurangi limbah makanan dan meningkatkan efisiensi produksi serta distribusi, yang berdampak positif terhadap keberlanjutan usaha.
Untuk mengatasi permasalahan diatas LPB pama Bessai Berinta mengadakan pelatihan penerapan teknologi retort produk frozen food,pada tanggal 28 April 2025 di ruang pelatihan Kantor LPB Pama Bessai Berinta Jl.Ahmad Yani RT 01 No.25 Kelurahan Tanjung Laut,Kota Bontang,Kalimantan Timur. Pelatihan ini d ikuti oleh 15 peserta UKM Makanan Kemasan mitra LPB Pama Bessai Berinta dengan Narasumber dari Owner PT Dua banteng Internasional Bapak Herry Kurniadi, kegiatan ini di hadiri juga oleh perwakilan CSR Pamapersada Distri Indo yaitu Ibu Viola Cantika.
Sebelum narasumber memberikan materi dalam kegiatan ini sambutan disampaikan dari pihak LPB Pama Bessai Berinta kepada peserta yang di oleh Bapak Rifki Maulana selaku Koordinator LPB Pama Bessai Berinta dalam sambutannya memberikan selamat datang kepada peserta pelatihan, memberikan motivasi serta gambaran kecil untuk kegiatan-kegiatan yang LPB Pama Bessai Berinta jalankan berupa pelatihan,pendampingan,fasilitasi pemasaran hingga pembiayaan.
Selanjutnya sambutan berikutnya di sampaikan oleh Ibu Viola Cantika selaku perwakilan CSR PT.Pamapersada Distrik Indo, dalam sambutaanya Ibu Viola Cantika memberikan gambaran terkait pentingnya inovasi dalam produk khususnya produk frozen food, sebagian besar masyarakat khususnya kota bontang selalu menggemari makanan yang frozen food selain bahan baku yang mudah di dapat teknik pengelolaannya juga menjadi ciri khas sendiri sehingga produk olahan dari UMKM kota bontang memang banyak digemari di luar kota ataupun daerah, untuk itu pentingnya masa simpan juga menjadi hal yang harus dibenahi demi menjangkau pasar yang lebih luas nantinya. dan dalam penutupan sambutannya beliau juga berpesan kepada peserta jangan bosan-bosan mengikuti kegiatan yang di berikan oleh LPB Pama Bessai Berinta dan PT.Pamapersada Nusantara Distrik Indominco.
Langsung masuk di materi pelatihan bapak Herry Kurniadi selaku narasumber ini memberikan materi yang pertama membahas apa permasalahan dari produk frozen food yang tidak di retort yaitu berupa umur masa simpan pendek, produk cepat basi, tidak bisa kirim jauh,biaya distribusi mahal dan produk tidak berkembang. Dari permasalahan ini Bapak Herry Kurniadi memberikan solusi berupa penggunaan teknologi retort yang bisa membuat masa simpan menjadi lebih lama,bisa kirim jauh dan produk bisa berkembang. Selain itu bapak herry Kurniadi juga menjelaskan perlunya roadmap bisnis untuk UMKM agar target capaian lebih terukur dan terarah kedepannya. Bapak Herry Kurniadi juga menjelaskan tentang teknologi retort dahulu dan saat ini ada perbedaan khususnya di kemasan nya yang mana dahulu masing menggunakan kaleng sedangkan sekarang bisa menggunakan retort pouch dan langkah kerja retort pertama siapkan produk dan pengemasan dalam kedap udara kemudian sterilisasi dalam retort chamber pada suhu sekitar 21 derajat celcius selama 30 menit kemudian pendinginan degan air dingin/es untuk penurunan suhu produk dan pemeriksaan kebocoran dan kualitas kemasan produk.
Rekomendasi alat retort chamber & Kemasan retort:
| NO | Uraian | Harga | NO | Uraian |
| 1 | Zeppelin | Rp. 15.390.000 | 1 | Pouch retortpack |
| 2 | GEA | Rp. 13.860.000 | 2 | Bag Retortpack |
| 3 | INAGI | Rp. 18.000.000 | 3 | Bag Retortpack Transparan |
Selain memberikan rekomendasi alat dan juga kemasan retort Bapak Herry Kurniadi juga memberikan solusi bagi UMKM untuk harus bersikap proaktif sehingga dapat membuat rumah retort yang bisa digunakan secara bersama-sama dan melakukan promosi pameran yang bersifat nasional agar UMKM juga bisa naik kelas.
Gamba 1. Foto bersama dan Suasana Pelatihan
Gambar 2. Suasana Pelatihan
Dengan terlaksananya kegiatan ini harapannya UMKM mitra LPB Pama Bessai Berinta dapat menerapkan teknologi retort secara efektif dan aman untuk meningkatkan kualitas produk serta efisiensi produksi.
