Di Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) Mitra Tani Parahyangan

Pada tanggal 22 – 24 Agustus 2022 Tim LPB Pama Bessai Berinta bersama mitra UKM pertanian melaksanakan Bencmark dan pelatihan manajemen pertanian Di Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) Mitra Tani Parahyangan Kabupaten Cianjur Jawa Barat. Kegiatan ini di hadirin oleh peserta 2 Tim LPB Pabeta dan 5 mitra UKM pertanian. Adapun peserta kegiatan ini adalah Bapak Effendi, Bapak Nurhan (perwakilan dari tim LPB) Bapak Rusli, Bapak Mus Muliyadi, Bapak Mukti Hidayat, Bapak Abdul Syahrani dan Bapak Sulaiman (selaku mitra LPB).
Kegiatan yang terlaksana di Jl. Padakati, Tegal lega, Kec. Warung kondang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat ini terlaksana selama 3 hari di mana di hari pertama peserta langsung terjun ke area pertanian, di mana peserta langsung belajar on farm bersama petani, adapun kegiatan di hari pertama ini adalah pesertaa belajar mengolah lahan, Persiapan Benih, Penanaman, Pemeliharaan Tanaman, Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) Panen dan Pasca Panen. Di hari petama ini sesi awal di dampingin langsung oleh kepala kebun yaitu Bapak Acep, di mana Bapak Acep menjelaskan teknis pengolahan lahan hingga panen, sedang pasca panen di laksanakan di sesi kedua dengan Narasumber Bapak tomy, dimana bapak tomy menjelaskan terkait grading, sortasi, pencucian dan pengemasan. Dalam kegiatan ini yang menjadi contoh adalah produk sawi putih, kol dan tomat.
Pada hari kedua baru di laksanakan kegiatan pembukaan secara ceremony dimana kegiatan ini di awalin dengan laporan Bapak Sespri Aang selaku perwakilan P4S Mitra Tani Parahyangan yang menyampaikan dan menjelaskan kegiatan hari pertama, dan memaparkan kegiatan yang akan di laksanakan dua hari ke depan. Selanjutanya ada Sambutan Dari Bapak Aman selaku Sekretaris Desa yang memberikan Sambutan, dimana Bapak Aman memberikan ucapan selamat datang kepada para peserta yang telah hadir dan melaksanakan pelatihan di P4S Mitra Tani Parahyanangan, harapannya semoga dengan adanya pelatihan ini para peserta dapat menerapkan ilmu yang di dapatkan dari kegiatan ini.
Selanjutnya sambutan dari perwakilan YDBA yaitu Bapak Daniel selaku Dept.Head Training and Mentoring, dalam sambutannya berterimakasih kepada P4S Mitra Tani Parahyangan telah bersedia menjadi tempat Becnhmark dan pelatihan, serta Daniel berterimakasih juga kepada peserta karena sudah rela berkorban waktu untuk menambah ilmu pertanian dari kaltim ke Jabar, setelah sambutan Bapak Daniel langsung mebuka kegiatan.
selanjutnya Pemaparan Materi Oleh Bapak Ali selaku champion di bidang green House mengenai kelebihan dan keunggulan menggunakan smart farming, Ali juga menjelaskan analisis biaya yang dibutuhkan untuk menerapkan sistem smart farming pada kebutuhan lahan, pengelolaan irigasi pun sekarang bisa di akses menggunakan sistem IOT ( smart irrigation ) jika sebelumnya kebutuhan air lebih banyak dan boros untuk proses pengairan, sekarang sudah bisa dikontrol dan diperkirakan sesuai dengan kebutuhan. Ali juga memberikan sharing mengenai awal mulai menggunakan IOT Smart Farming dalam aktivitas bertaninya dan tentunya dengan bantuan internet yang dikombinasikan ke dalam alat-alat mekanisasi pertanian seperti digitalisasi pompa dan alat-alat lainnya yang dibutuhkan dalam penerapan smart farming. Seiring berkembangnya teknologi juga sangat memudahkan para petani dalam proses bertani mereka yaitu bertani menjadi lebih mudah dan bisa di prediksi contohnya mulai dari kondisi cuaca, kualitas tanah, kemajuan pertumbuhan tanaman pun dapat dipantau melalui satu genggaman handphone, petani juga bisa bertani dimana saja dan kapan saja tanpa harus mengunjungi lahan setiap harinya.
Setelah selesai memaparkan materi, peserta pelatihan diajak untuk melakukan praktek mekanisasi pertanian smart farming di Green House yang ada di P4S Mitra Tani Parahyangan. Tahap awal yaitu pengolahan media tanam yang di atasnya dipasangkan irigasi tetes. Para peserta belajar mengolah lahan, memberi pupuk, serta belajar memasangkan irigasi tetes. Irigasi tetes ini fungsinya untuk mengontrol air agar sesuai dengan kebutuhan tanaman.
Setelah itu Ali selaku team di P4S Mitra Tani Parahyangan menjelaskan alat-alat apa saja yang digunakan dalam sistem smart farming seperti digitalisasi pompa yang sesuai dengan ukuran lahan, dan alat-alat yang digunakan untuk proses pemupukan dan penyiraman. Para peserta juga melakukan praktek memasangkan digitalisasi secara langsung dan dijelaskan juga proses pemasangan yang baik dan benar sampai dengan manfaat dan kegunaan alat-alat tersebut.
Selanjutnya di hari terakhir atau hari ketiga di isi langsung oleh ketua P4S Mitra Tani Parahyangan yaitu Bapak Sandi Okta Susila, dimana pembukaan kegiatan ini Bapak sandi melihatkan video dokumenter kegiatan P4S yang di pimpinnya, Kemudian Bapak sandi memberikan materi Pelatihan Pengembangan Usaha Pertanian, pada sesi ini para peserta diberi pemahaman mengenai pentingnya bertani untuk menciptakan ekonomi berkelanjutan. Peserta juga di ajarkan Prinsip Marketing 4P (Produk, Price, Place and Promotion) hingga marketing mix 7P (Produk, Price, Place and Promotion, People, Process and Physical evidence). Prinsip ini harus dipegang oleh pelaku usaha karena semuanya ini saling keterkaitan dan wajib ada ketika memulai usaha. Bapak sandi juga menceriktakan awal mula menjadi petani muda ketika waktu di jaman kuliah, cerita ini sengaja di sampaikan Bapak sandi agar bisa menjadi contoh bahwa untuk menjadi sukses tidak harus dengan modal yang besar tetapi dengan tekat yang kuat dan konsisten.
Dengan melaksanakan kegiatan ini diaharapakan peserta dapat menerapkan ilmu yang sudah di dapat dari kegiatan ini dan Peserta dapat meningkatkan wawasan dalam best practices di sektor on-farm dan off-farm pertanian hortikultura. Dan dapat mempelajari berbagai teknis budidaya, pemasaran, sistem pabrikasi, dan teknologi pengolahan pertanian hortikultura di P4S Mitra tani Parahyangan.